Sabtu, 17 April 2010

PEMBELAJARAN GIFTED AND TALENTED

tugas matakuliah orientasi baru dalam psikologi pendidikan


ANALISIS BUKU

PERBEDAAN PEMBELAJARAN DAN KEBUTUHAN PEMBELAJARAN


I. PENDAHULUAN

...........
Pikirkan pengalaman belajar yang kita miliki ketika menjadi siswa dulu, yang menuntut untuk bekerja sama dengan siswa-siswa lain. Atau pengalaman kerja kita masing-masing yang menuntut kerja sama dalam tim. Pengalaman tersebut mungkin cukup berkesan walaupun tidak dilakukan terus menerus. Dan pengalaman kerja sama memberikan kita pembelajaran yang berharga tentang bagaimana sebuah pekerjaan harus diselesaikan bersama-sama.
...........Belajar Kooperatif adalah sebuah metode pembelajaran yang ditujukan untuk membantu siswa mempelajari konten akademis dan berbagai keterampilan untuk mencapai berbagai sasaran dan tujuan sosial dan hubungan antar manusia yang penting. Kooperatif dapat berarti berpartisipasi aktif baik secara intelektual dan emosional dalam proses belajar atau terjadinya interaksi yang membutuhkan kesiapan metal, fisik,materi dan komunikasi secara aktif baik dengan dosen, sesama rekan serta sumber belajar untuk memecahkan berbagai masalah
...........Struktur tujuan sebuah pelajaran mengacu pada banyaknya interdependensi yang dibutuhkan siswa ketika mereka melaksanakan tugasnya. Struktur tujuan dapat bersifat :
1. individualistik, bila pencapaian tujuan instruksional tidak membutuhkan interaksi dengan orang lain dan tidak berhubungan dengan seberapa baik prestasi orang lain.
2. struktur tujuan kompetitif terjadi bila siswa mempersepsi bahwa mereka dapat mencapai tujuan bila siswa-siswa lain gagal mencapainya
3. struktur tujuan kooperatif terjadi bila siswa dapat mencapai tujuannya hanya bila siswa-siswa yang terkait dengannya dapat mencapai tujuan tersebut.


II. PERBEDAAN PEMBELAJAR DAN KEBUTUHAN PEMBELAJARAN

1. PERBEDAAN INDIVIDUAL

............Perbedaan Individual dibagi atas : Inteligensi, pemrosesan kognitif dan Gaya pembelajaran.

Inteligensi
...........Setiap anak memiliki sekumpulan talenta, kemampuan dan keterbatasan yang khas. Dalam pengertiannya bahwa anak dapat dikatan “exceptional” (luar biasa/istimewa), karena keterampilan dan kemampuan fisik, intelektual atau perilakunya yang berbeda secara substansial dari norma: lebih tinggi atau lebih rendah.
..........Sebagai contoh, mereka mungkin memiliki talenta dan kemampuan yang khusus, disabilitas belajar, gangguan komunikasi, gangguan emosional atau perilaku, disabilitas intelektual, disabilitas fisik, penglihatan yang terhendaya atau pendengaran yang kurang, autisme, cedera otak yang traumatik, kombinasi tertentu dari beberapa keaadaan (Hardman, Drew & Egan, 2005).
...........Pemberian label pada siswa cenderung lebih membantu siswa tersebut dalam perkembangannya. Sebagai contoh, misal ada anak yang memiliki disabilitas intelektual atau disabilitas kognitif, jika teman-temannya mengetahui bahwa anak tersebut menderita disabilitas intelektua maka mereka akan lebih dapat menerima perilaku dari anak tersebut. Labelisasi dapat merupakan stigma dan sekaligus membantu siswa (Hallahan, Lloyd, Kauffman, Weiss, & Martinez, 2005 : Hardman, Drew, & Egan, 2005). Tetapi bila labelisasi lebih diutamakan daripada ciri-ciri individual, maka label itu sendiri akan menjadi sebuah rintangan. Inteligensi adalah label yang digunakan secara luas dalam pendidikan dan dalam kehidupan secara umum.
Secara umum inteligensi adalah ide orang yang bervariasi dalam berbagai hal, ini merupakan stigma lama. ...........
...........Plato mendiskusikan teori awal dari sifat inteligensi antara lain adalah:
(1) kapasitas untuk belajar;
(2) pengetahuan total yang telah didapatkan seseorang;
(3) kemempuan untuk beradaptasi dengan sukses dalam situasi-situasi baru dan dalam lingkungan secara umum.
............Sebagian yang lain percaya bahwa inteligensi adalah sebuah kemampuan dasar yang mempengaruhi kinerja di semua tugas yang berorientasi kognitif, mulai dari soal-soal matematika sampai menulis puisi atau menyelesaikan teka-teki. Pandangan yag saat ini diterima luas adalah inteligensi, seperti halnya konsep diri, memiliki banyak fase dan sebuah hierarki kemampuan, yang kemampuan umumnya berada di puncaknya sedangkan kemampuan-kemampuan yang lebih spesifik berada di tingkat-tingkat yang lebih rendah.

Multiple Intelligences
...........Terdapat delapan inteligensi menurut Gardner, yaitu: linguistic (verbal), musical, spasial, logic-matematika, jasmaniah-kinestetik (gerakan), interpersonal (memahami orang lain), intrapersonal (memahami diri sendiri) dan naturalis (mengamati dan memahami pola-pola dan sistem-sistem alamiah dan buatan manusia).
..........Ada kemungkinan bahwa individu-individu hanya memiliki satu atau unggul diantara yang delapan, sedangkan tujuh lainnya tidak menonjol. Teori Multiple intelligences dari Gardner kurang bisa diterima di masyarakt ilmiah meskipun sudah banyak dipakai di kalangan pendidik. Beberapa pengkritik mengatakan bahwa beberapa inteligensi sebenarnya adalah talenta (kemampuan jasmaniah-kinetik, kemampuan musikal) atau ciri-ciri kepribadian (kemampuan interpersonal) dan inteligensi yang lain sama sekali bukan yang baru. Selain itu kedelapan inteligensi tersebut tidak independen; ada korelasi diantara kemampuan-kemampuan itu. ...........Faktanya, inteligensi logis-matematis dan inteligensi spasial berkorelasi tinggi (Sattler, 2001). Gadner menerima kritikan tersebut dengan mengidentifikasi sejumlah mitos dan miskonsepsi tentang teori multiple intelligences dan sekolah. Multiple Intelligences sekolah, merupakan salah satu keunggulan perspektof Gardner yaitu, memperluas pemikiran tentang kemampuan dan jalur pembelajaran. Tetapi teori ini digunakan secara keliru, sebagian guru memakai versi simplistik. Mereka memasukkan semua inteligensi ke dalam setiap pelajaran tanpa memperhatikan apropriasinya.

Emotional Intelligence
...........Teori multiple intelligences dari Gardner memasukkan inteligensi intra personal dan inter personal atau inteligensi tentang diri dan orang lain. Dan perspektif yang terkait dalam hal ini adalah emotional intelligence atau kecerdasan emosional (E-IQ atau EQ).
...........Dalam pusat emotional intelligence terdapat empat kemampuan yang luas: mempersepsi, mengintegrasikan, memahami dan mengelola emosi (Mayer & Cobb, 2000). Bila tidak dapat mempersepsi apa yang dirasakan, bagaimana dapat membuat pilihan yang baik tentang pekerjaan, hubungan, manajemen waktu atau bahkan hiburan. Individu-individu yang dapat mempersepsi dan memahami emosi-emosi orang lain (biasanya dengan membaca isyarat-isyarat nonverbal dan merespon dengan tepat biasanya lebih sukses dalam bekerja bersama orang dan sering tampil sebagai pemimpin. kemudian mengelola emosi, terutama emosi-smosi negatif seperti marah atau depresi. Tujuannya bukan untuk menekan perasaan, tetapi juga tidak dbuat kewalahan olehnya. Mengelola emosi termasuk kemampuan untuk memfokuskan energi, mempertahankan, mengontrol impuls-impuls, dan menunda kepuasan-segera. Manajemen emosi sangat penting di sekolah.

Mengukur Inteligensi
..........Binet dan Simon mengidentifikasikan ada 58 tes, masing-masing beberapa tes untuk setiap kelompok umur yang berkisar antara 3 sampai 13 tahun, Tes-tes Binet memungkinkan pemeriksa untuk menentukan mental age (umur mental) seorang anak. Anak yang sukses melewati pertanyaan-pertanyaan kebanyakan anak berusia 6 tahun, umur mentalnya 6 tahun, terlepas apakah umur anak tersebut sebenarnya berapa, 4,6 atau 8 tahun. Selanjutnya mental age tersebut dikenal sebagai intelligence quotient.
Rumusannya : Intelligence Quotient = Mental Age / Chronological Age x 100.

...........Test Stanford-Binet telah mengalami lima kali revisi, yang paling mutakhir pada 2003. Tes Stanford-Binet adalah sebuah tes inteligensi individual. Dalam tes ini dikenal deviasi nilai IQ, angka yang menunjukkan berapa tepatnya jarak nilai seseorang pada sebuah tes dari angka rata-ratanya, dibandingkan dengan orang lain di kelompok umur yang sama.
..........Apakah dengan diketahuinya tingkat inteligensi seseorang dapat menjadikan orang tersebut cerdas? Faktanya di sebuah enerasi nilai rata-rata di tes IQ standar naik sekitar 18 poin-berarti lebih cerdas dibandingkan orang tua. Tetapi tes-tes inteligensi tersebut dapat memprediksikan prestasi anak di sekolah dengansangat baik, paling tidak untuk kelompok-kelompok besar. Ddan apakah orang yang memiliki nilai tesIQ tinggi mendapatkan lebih banyak pula dalam kehidupannya? ini yang masih belum jelas kaena banyak faktor yang mempengaruhi, misalnya motivasi, keterampilan sosial, dan nasib mungkin ikut menentukan (Goleman, 1995; Neisser et al., 1996; Sternberg & Wagner, 1993).


2. INTEGRASI DAN INKLUSI

Individual Education Program (IEP)
...........Program pendidikan individu adalah kesepakatan antara orang tua dan sekolah tentang pelajaran-pelajaran yang akan diberikan. Setiap orang tua dan siswa memiliki hak-hak yang tertulis di dalam kesepakatan. misalnya orang tua berhak melihat catatan yang berhubungan testing, penempatan dan pengajaran anaknya.

Least Restrictive Environment (LRE)
...........Lingkungan yang sedapat mungkin tak membatasi dalam memberikan pendikan kepada setiap anak. Seorang siswa harus merefleksikan bahwa siswa itu dididik dalam lingkungan yang sedapat mungkin tidak membatasi kebutuhan-kebutuhannya. Kemudian pendekatan yang direkomendasikan untuk mencapainya beralih dari mainstreaming (pengarusutamaan, memasukkan anak-anak dengan kebutuhan-kebutuhan khusus di beberapa kelas pendidikan regular), ke integrasi (memasukkan anak-anak dengan kebutuhan-kebutuhan khusus ke dalam struktur-struktur kelas yang sudah ada, yang cocok untuk mereka), lalu ke inklusi (merestrukturasikan setting pendidikan untuk membangun perasaanikut memiliki pada semua anak).

Siswa dengan disabilitas belajar
...........Pada tahun 2001 Department of Education Office of Special Education menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi tentag disabilitas belajar. Definisi tentang "specific learning disabilities" (disabilitas belajar spesifik) yang muncul menyebutkan: Konsep sentral SLD melibatkan gangguan-gangguan belajar dan kognisi yang intriksik bagi individu. SLD yang bersifat spesipik dalam arti bahwa gangguan-gangguan ini masing-masing memiliki pengaruh yang signifikan pada hasil-hasil akademik dan performa yang rentangnya relatif kecil. SLD dapat terjadi berkombinasi dengan kondisi-kondisi disable lainnya, tetapi bukan disebabkan oleh kondisi-kondisi seperti retardasi mental, gangguan perilaku, kurangnya kesempatan belajar, defisit-defisit sensorik primer.
...........Disabilitas belajar spesifik adalah gangguan dalam salah satu proses psikologi dasar atau lebih yang terlibat dalam pemahaman dan penggunaan bahasa lisan atau tertulis. Mendengarkan, bicara, membaca, menulis, menalar, atau kemampuan matematis mungkin berpengaruh. Gangguan ini intrinsik bagi individu yang bersangkutan, yang diduga merupakan akibat disfungsi sistem saraf pusat, dan dapat terjadi sepanjang hidup. Siswa dengan disabilitas belajar spesifik dapat menjadi korban learned helplessness bila mereka percaya bahwa mereka tidak mampu mengontrol atau meningkatkan pembelajarannya, oleh sebab itu mereka tidak akan bisa meraih kesuksesan. Fokus pada berbagai macam strategi belajar sering dapat membantu siswa yang mengalami disabilitas belajar.

3. PERBEDAAN KEMAMPUAN DAN PENGAJARAN

Pengelompokkan Antar Kelas
...........Bila seluruh kelas yang ada di sebuah sekolah dibentuk berdasarkan kemampuan, prosesnya disebut between-class ability grouping (pengelompokkan antar kelas berdasarkan kemampuan) atau tracking, praktik yang lazim diterapkan sekolah menengah dan sebagian sekolah dasar. Meskipun di permukaan cara ini adalah cara mengajar yang efisien, penelitian secara konsisten menunjukkan meskipun segregasi berdasarkan kemampuan mungkin menguntungkan siswa berprestasi tinggi, tetapi cara itu menimbulkan masalah bagi siswa yang berprestasi rendah.
...........Kelas-kelas berkemampuan rendah cenderung menerima pembelajaran dengan kualitas yang secara umum lebih rendah. Guru menekankan tujuan pembelajaran yag lebih rendah dan prosedur yang rutin, dengan fokus akademik yang kurang. Track- yang lebih rendah seringkali memiliki jumlah yang tidak proporsioal untuk siswa-siswa kelompok minoritas dan yang secara ekonomis kurang beruntung. Jadi ability grouping (pengelompokkan berdasarkan kemampuan) dapat mengakibatkan segresi di sekolah. Bahkan pertemananpun mungkin menjadi terbatas pada siswa-siswa dengan rentang kemampuan sama. Tugas-tugas kelas sering kali dibuat berdasarkan hasil Tes IQ dan bukan berdasarkan hasil tes di bidang subjek tertentu.
...........Baru-baru ini ada gerakan untracking, atau mengajar semua siswa di kelompok-kelompok dengan kemampuan yang bervariasi (campuran), tetapi memberikan bantuan ekstra bagi mereka yang mengalami kesulitan dan pengayaan bagi mereka yang belajar lebih cepat.
Dari dua kondisi di atas dapat dikatakan bahwa setiap keputusan dan kebijakan yang diambil apakah dengan strategi tracking atau untracking bergantung pada bagaimana tujuan yang akan digulirkan, karena masing-masing strategi memiliki keunggulan dan kelemahan.
...........Ada sebagian yang berpendapat bahwa metode untracking dapat merugikan siswa, seperti jika tracking dieliminasi akan mematikan siswa-siswa yang memiliki track tinggi. Ada yang mengidentifikasikan bahwa jika siswa dengan track yang rendah ditempatkan di kelas-kelas heterogen dan bukan di kelas dengan track rendah pula, maka mereka akan mengalami penurunan prestasi, mereka akan kehilangan 2 poin persentase prestasinya jika ditempatkan di kelas yang heterogen.
...........Sebaiknya pengelompokkan kelas ini berdasarkan kebutuhan belajarnya, yang disebut pengelompokkan fleksibel. Asesmen dilakukan terus menerus sehingga siswa selalu bekerja dalam zona perkembangan proksimalnya. Pendekatan pengelompokkan fleksibel sering mencakup pembelajaran tingkat-tinggi dan ekspektasi tinggi untuk semua siswa, apapun penempatan kelompoknya.
...........Cara penggunaan pengelompokkan fleksibel lainnya adalah nongraded elementary school. Siswa dengan beberapa tingkat umur (misalnya, 6, 7, dan 8 tahun) disatukan dalam satu kelas, tetapi mereka dikelompokkan secara fleksibel di kelas itu untuk pembelajaran berdasarkan prestasi, motivasi, dan minat dalam subjek-subjek yang berbeda. Tetapi ini bekerja di tingkat menantang, dan dapat dikuasai dengan usaha dan dukungan, yang paling berperan adalah mendorong belajar dan motivasinya.

...........Ciri-ciri siswa gifted dan talented diantaranya adalah:
(1) Dapat belajar dengan mudah dan cepat dan menyimpan apa yang telah mereka pelajari;
(2) Menggunakan common sense dan pengetahuan praktis,
(3) Tahu banyak hal yang tidak diketahui anak-anak lain,
(4) Menggunakan kata-kata dalam jumlah besar dengan mudah dan akurat,
(5) Mengenal berbagai macam hubungan dan memahami maknanya,
(6) Waspada dan pengamat yang tajam serta merespon dengan cepat,
(7) Persisten dan sangat termotivasi di berbagai tugas, dan
(8) Kreatif atau membuat koneksi-koneksi yang menarik.
.............Siswa gifted adalah siswa-siswa yang cerdas, kreatif dan berbakat.

...........Metode untuk mengajar siswa gifted seharusnya mendorong mereka ke arah pemikiran abstrak (pemikiran operasional-formal), kreativitas, membaca teks-teks asli tingkat tinggi, dan kemandirian, bukan hanya mempelajari fakta-fakta dengan kuantitas yang lebih besar. Salah satu metode yang cocok untuk untuk siswa-siswa ini adalah metode cooperative learning (pembelajaran kooperatif) di kelompok kemampuan campuran.


III. ANALISIS

...........Allah SWT membekali manusia dengan emosi yang bisa membantu kedua jenis mahluk itu memelihara kehidupan dan kelestariannya. Perasaan takut misalnya, mendorong kita untuk menghindari bahaya yang mengancam kehidupan kita. Dalam Al-Quran terdapat uraian yang tepat tentang berbagai emosi yang dirasakan manusia, seperti rasa takut, marah, cinta, gembira, benci, cemburu, dengki, menyesal, malu, dan hina. Pengendalian emosi dalam Al-Qur’an terdapat pada Qs. Al-Hadid/57 ayat 22-23

Yang artinya:
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”


METODE BELAJAR MENURUT AL-QUR’AN

...........Manusia belajar dengan berbagai metode pembelajaran. Adakala mereka belajar dengan cara meniru terutama dari kedua orangtuanya, dan dari orangtuanya itulah mereka mempelajari pola tingkah laku dan kebiasaan. Selain itu belajar dapat melalui pengalaman praktis atau trial dan error. Manusia banyak belajar tentang cara-cara pemecahan masalah kehidupan dan segala sesuatu yang berguna baginya. Dan kadang-kadang manusia belajar melalui pemikiran dan pembuktian rasional.

Meniru
...........Manusia pada periode pertama dari kehidupannya mempelajari tingkah laku dan kebiasaannya dengan cara meniru dari kedua orangtuanya dan saudara-saudaranya atau dengan orang yang terdekat dengan perkembangannya. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bagaimana pola belajar dengan cara meniru, yaitu pada Qs. Al-Maidah/5 ayat 31,

Yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Pengalaman praktis / Trial and Error
............Dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang menganjurkan manusia untuk mengadakan perjalanan di muka bumi,melakukan pengamatan, dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah di Alam semesta. Begitu juga Rasulullah Saw pun telah mengajarkan pentingnya belajar berdasarkan dari pengalaman praktis dalam kehidupan. Misalnya Hadis dari Thalha ibn ‘Abdullah, ia berkata “ Aku pernah bersama Rasul Allah Saw lewat pada suatu kaum yang berada di atas pohon kurma. Rasul betanya, “Apa yang sedang mereka lakukan?” Para sahabat menjawab, “mereka sedang mengawinkannya, (yaitu) meletakkan yang jantan kepada yang betina, sehingga terjadi perkawinan”. Dan Rasul bersabda “Kalian lebih mengetahui tentang urusan dunia kalian.” Dan di dalam Al-Qur’an dituangkan dalam Qs. Ar-Rum/30 ayat 7,

Yang artinya :
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.”

Berpikir
...........Manusia juga belajar dengan berpikir. Denbgan berpikir manusia mempelajari solusi-solusi baru bagi masalah yang sedang dihadapinya, dan dapat menemukan hubungan antar berbagai hal dan peristiwa, dapat menciptakan prinsip dan teori-teori baru, serta dapat memperoleh petunjuk bagi kreasi dan penemuan-penemuan baru. Diskusi, dialog, dan bimbingan para ahli dapat membantu dalam memperjelas pemikiran, sehingga diperoleh petunjuk untuk mendapatkan kebenaran, dan menemukan jalan keluar yang yang tepat bagi persoalan yang dibahas.
...........Dalam Al-Qur’an mengemukakan dalil-dalil dan bukti-bukti rasional untuk menyadarkan pemikiran manusia dan untuk mendorong manusia untuk berpikir dan merenung tentang kekuasaan Allah, serta mengarahkannya pada pembuktian adanya Allah, berdasarkan keindahan ciptaannya. Seperti pada Qs. Qaf/50 ayat 6-10,

Yang artinya :
“Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun? Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah). Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketaman pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun”.

Pembelajaran Kooperatif
.........Sesuai dengan namanya, model Belajar Kooperatif dintandai dengan struktur tugas, struktur tujuan dan struktur imbalan yang kooperatif. Siswa dalam situasi kooperatif didorong dan/atau dituntut untuk mengerjakan suatu tugas yang sama secara bersama-sama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya agar dapat menyelesaikan tugas tersebut. Disamping itu, dalam belajar kooperatif dua individu atau lebih saling bergantung (interdependen) untuk mendapatkan imbalan yang akan mereka bagi, bila mereka sukses sebagai kelompok.
Pembelajaran yang menggunakan pendekatan belajar kooperatif dapat ditandai dengan indikator-indikator sebagai berikut (Arends, 2008) :
1. siswa bekerja dalam tim untuk mencapai tujuan
2. tim-tim itu terdiri atas siswa-siswa yang berprestasi rendah, sedang dan tinggi
3. bilamana mungkin, tim-tim itu merupakan campuran atas ras, budaya dan gender yang berbeda
4. sistem imbalannya berorientasi pada kelompok maupun individu.
...........Jhonson (2002) juga mengemukakan strategi kerja kelompok Menurutnya, aturan-aturan kerja kelompok menyarankan berbagai pilihan dan tanggung jawab dalam menghadapi anggota kelompok :
1. tetap fokus pada tugas kelompok
2. bekerja secara kooperatif dengan para anggota kelompok lainnya
3. mencapai keputusan kelompok untuk setiap masalah
4. meyakinkan bahwa setiap orang dalam kelompok memahami setiap solusi yang ada sebelum melangkah lebih jauh
5. mendengarkan ide-ide orang lain dengan saksama dan mencoba memanfaatkan ide-ide mereka
6. berbagi kepemimpinan dalam kelompok
7. memastikan setiap orang ikut berpartisipasi dan tidak ada salah seorang yang mendominasi kelompok
8. bergiliran mencatat hasil-hasil yang telah dicapai kelompok.
Hasil yang diperoleh dari Model Belajar Kooperatif

...........Slavin (1996, dalam Learning To Teach, 2007) salah seorang pencetus belajar kooperatif percaya bahwa fokus kelompok pada belajar kooperatif dapat mengubah norma-norma dalam budaya anak muda dan membuat prestasi tinggi dalam tugas-tugas belajar akademis lebih dapat diterima. Selain mengubah norma-norma yang terkait dengan prestasi, belajar kooperatif dapat menguntungkan siswa baik yang berprestasi tinggi maupun rendah yang mengerjakan tugas akademik bersama-sama. Mereka yang berprestasi tinggi mendapat kesempatan mengajari teman-temannya yang berprestasi lebih rendah.
...........Efek penting selanjutnya dari belajar kooperatif adalah toleransi dan penerimaan yang lebih luas terhadap orang-orang yang berbeda ras, budaya, kelas sosial atau kemampuannya. Menurut Allport (1954, dalam Learning To Teach, 2007) lebih dari setengah abad yang lalu diketahui bahwa kontak fisik antara kelompok-kelompok ras atau etnik yang berbeda atau diantara anak-anak berkebutuhan khusus semata tidak cukup untuka mengurangi prasangka dan stereotype. Belajar kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa-siswa dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda untuk bekerja secara interdependen pada tugas yang sama dan melalui penggunaan struktur imbalan kooperatif, belajar untuk saling menghargai.
...........Tujuan ketiga yang penting adalah mengajarkan keterampilan kolaborasi dan kerja sama kepada siswa. Keterampilan-keterampilan semacam ini kritis di masyarakat dimana banyak pekerjaan orang dewasa dilaksanakan dalam kerangka organisasi dan komunitas yang semakin besar dan interdependen dengan orientasi yang semakin beragam secara cultural dan semakin global. Belajar kooperatif meningkatkan kerja sama karena menghargai dan mendukung perkembangan intelegensi personal.

...........Enam fase atau langkah utama yang terlibat dalam pembelajaran yang menggunakan model belajar kooperatif adalah :
1. pembelajaran dimulai dengan guru membahas tujuan-tujuan pelajaran dan membangkitkan motivasi belajar siswa
2. fase ini diiikuti oleh presentasi informasi, seringkali dalam bentuk teks daripada ceramah
3. siswa kemudian diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok belajar
4. dalam langkah berikutnya siswa dibantu guru, bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan tugas-tugas interdependen
5. fase-fase terakhir belajar kooperatif termasuk presentasi hasil akhir kelompok atau menguji segala sesuatu yang sudah dipelajari siswa
6. memberi pengakuan pada usaha kelompok maupun individu.

...........Cooperative Learning has 5 basic elements (Wikipedia) :
1. Positive Interdependence requires that group members feel connected to each other in the process of accomplishing the goal.
2. Positive Interdependence encompasses 9 sub-categories:
.....* goal - the expected outcome of the activity
.....* incentive; the reason the group wishes to complete the task
.....* resource; the tools needed to complete the task
.....* role; roles assigned to students to ensure each person contributes
.....* sequence; steps to completing the task
.....* simulation; the alternative mindset needed to complete the goal
.....* outside force; something limiting the time or used as a driving force
.....* nvironmental; that every group member is in close proximity to one another
.....* identity; that the group feels connected in one team.


IV. KESIMPULAN

...........Siswa merupakan suatu individu yang bervariasi dengan berbagai tingkat kecerdasan dan kemampuan. Perbedaan metode pembelajarqn adalah baik dilakukan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa. Kaena masing-masing siswa itu sendir banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya; bisa dari faktor keluarga, lingkungan, atau bahkan faktor genetik dan sensorik motorik dari individu-individu tersebut. Oleh sebab itu para pendidik sebaiknya cerdas dalam memilih metode dan melihat siswa dari berbagai segi terutama kebutuhan belajar siswa.
...........Prestasi dapat ditentukan dari prosesnya, bila proses yang dilakukan tepat dan benar maka prestasi akan meningkat bila dilakukan dengan tidak benar maka akan terjadi penurunan. Penentuan proses apakah yang harus dilakukan oleh mereka, itu merupakan tanggung jawab dan tugas bagi para guru dan pendidik.


V. DAFTAR PUSTAKA

Anita Woolfolk. 2009. Educational Psychology : Active Learning Edition. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Edisi kesepuluh. Cetakan pertama.

Made Wena. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta. PT. Bumi Aksara. Edisi pertama, cetakan kedua.

Muhammad Muhyidin. 2005. Kecerdasan Jiwa : Rahasia memahami dan Maengobati Sakit dalam Jiwa. Yogyakarta. Ar-Ruzz Media. Cetakan kedua.

Muhammad Usman Najati. 2001. Al-Qur’an dan Psikologi. Jakarta. Aras Pustaka. Cetakan pertama.

Shafique Ali Khan. 2005. Filsafat Pendidikan Al-Ghazali. Bandung. CV. Pustaka Setia.





Senin, 22 Maret 2010

SUMBER DAYA ENERGI

Jepang Bangun 14 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Liputan6.com, Tokyo: Sebagai Negara miskin sumber daya, Jepang, berencana akan membangun 14 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan tenggat waktu 20 tahun. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan Jepang pada negara-negara lain untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Negara perekonomian terbesar kedua di dunia ini bermaksud menggandakan persediaan bahan bakar dari tenaga nuklir. Namun, proyek ini baru akan diputuskan Jepang pada pengumuman Juni mendatang, kata harian bisnis Nikkei. Pemerintah berniat membangun delapan PLTN pada 2020, kemudian menambah enam buah lagi pada 2030 untuk menggandakan angka menjadi 70 persen dari kebutuhan listriknya.

Jepang akan menyediakan dana proyek bagi perusahaan yang bekerja pada proyek-proyek tenaga nuklir di luar negeri. Negeri Sakura ini telah memiliki beberapa sumber daya energi yang bergantung pada tenaga nuklir dari 53 pembangkit, untuk memenuhi hampir sepertiga dari kebutuhan listrik dalam negeri.


Indonesia adalah negara yang sumber daya energinya pas-pasan, tetapi 1 pembangkit saja belum punya. Sepanjang tahun 2009 beberapa kali mengalami pemadaman lampu, itu merupakan bukti bahwa kita kekurangan sumber daya energi.... Mengapa demikian yah?

Dalam dunia pendidikan ada yang namanya Problem base Learning, belajar berbasis masalah....

Artinya kita pasti akan menemukan cara bagaimana keluar dari permasalahan... Tetapi kenapa kita masih selalu dihantui oleh hal-hal yang tidak realistis. Apa sebenarnya yang dipikirkan oleh bangsa ini, dengan berdalih bahwa Nuklir lebih banyak mudharatnya daripada kebaikannya sungguh tidak beralasan. Kepala kita selalu diingatkan akan kerusakan Jepang karena Bom Ataom (Nuklir) pada jaman Perang Dunia II yang telah berlalu beberapa puluh tahun. Jika kepala kita selalu dihantui oleh masa lalu maka kita akan selalu jalan ditempat, keringetan tapi tidak maju-maju...

Punya jawaban kenapa demikian? Nampaknya hanya satu jawaban, takut jatahnya berkurang... hehehe.... Na'udzu billahi min Dzalik...

Kamis, 07 Mei 2009

HAPPY DALAM DIKLAT





Belajar adalah kewajiban sang Hamba Tuhan

Belajar adalah kebutuhan Hamba Tuhan untuk melanjutkan tugas dari Sang Khalik

Berlatih adalah wujud dari pelajarn yang telah diserap

Belajar, berlatih dan berdoa adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan

Tak ada satu pekerjaan pun yang akan menjadi beban

Selama kita menikmati apa yang telah kita perbuat

SO... YOU HAVE TO

S M I L E UP ...........!!!!!!

THAT'S VERY IMPORTAN
T

Yusea Kamarullah


PRAJABATAN


Prajabatan adalah salah satu syarat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Waktunya selama 24 hari

Pakaian Putih, RokHitam, Dasi Hitam dan Jilbab Putih

Serta Menggunakan atribut Papan nama dan Lencana KORPRI

Minggu, 01 Februari 2009

WONDERFUL DAY

Today I study English in My School
English Course is a school program

For d First time i come in front of d class
to presentation my lesson

I feel glad coz i can practisem my English
I study english for a long long time...

n d last lesson we sing a song
Before it we must complete d words was lose

The title song is " My First Love "
I really love it

Hopefully, we become more smart than before
Studying is most important
Be a smart teacher, we have to study seriously
Everything.....

Minggu, 09 November 2008

ANAKKU BUKAN ANAKKU

Dalam kehidupan yang nyata
pendidikan merupakan suatu kebutuhan pokok
dalam mengembangkan diri secara aktual.
.
Pendidikan secara formal dapat di rengkuh
di bangku sekolahan mulai dari pendidikan Dasar
sampai pendidikan tingkat tinggi.
Sebagai penuntut ilmu mereka mempunyai peran ganda
sebagai Anak bagi orang tuanya di primary house
dan sebagai Murid bagi orang tuanya di complementary house.
.
Belajar adalah kewajiban bagi setiap manusia yang bernyawa dan berakal
Pesan Iman Al Ghazali untuk para penuntut ilmu,
Jika ingin mendapatkan ilmu secara sempurna
maka peserta didik harus memposisikan diri
seperti Lahan yang kering dan gersang yang berharap air
dari langit yang mendung dan segera menitikkan air hujannya.
.
Aku selalu berharap apa yang ada dalam otak dan hatiku
dapat diserap dan diresapi oleh anakku sebagai anak didik
Walaupun mereka bukan anak dari rahimku
Tapi mereka adalah anak buah hatiku
.
Ingin aku menjadi Matahari
agar aku dapat menerangi mereka dengan cahayaku
Ingin aku menjadi Angin
agar aku dapat menerbangkan mereka ke dunia yang berwarna
Ingin aku menjadi Air
agar aku dapat menyejukkan mereka jikalau gelisah
Dan ingin aku menjadi Alam bagi mereka
agar mereka dapat tumbuh dengan akhlak yang karima
sehingga mereka cerdas di alam dunia dan bahagia di alam akherat
Amien............
.
Walau mereka bukan anakku tapi mereka buah hatiku
Peluk cium, dan sayangku ukirkan tuk mereka
.
.
Love,
Yusea Kamarullah

Jumat, 31 Oktober 2008

LIFE IS BEAUTIFUL

Hidup itu bak Bunga yang sedang bermekaran dan bersimbiosis dengan kumbang-kumbang yang dapat menyebarkan benih sebagai regenerasi.
Sehingga berkembang biak menghasilkan bibit yang cantik.
Hidup tanpa berbagi bak bunga yang layu, kering seperti bunga yang tumbuh di musim kemarau panjang, karena kehausan berharap air sebagai penyambung hidup.
Hidup tanpa mengerti makna hidup bagai bunga yang tak memberikan warna di tamannya sendiri.. Tidak ada kupu-kupu yang mau hinggap dan tak ada kumbang yang mau menghampiri
serta tak ada orang yang mau memetik, hidupnya semu.. Antara hidup dan mati walaupun tumbuh dan tetap hidup..

Selasa, 29 Januari 2008

Opini : Antara Syurga dan Neraka

Histeris jeritan anak-anak serentak memecah suasana hening di ruangan sidang, pimpinan sidang memutuskan bahwa kebijakan Ujian Akhir Nasional (UAN) yang diusulkan pemerintah ditolak. Beliau memutuskan bahwa Ujian Akhir Nasional akan berpijak pada kebijakan tahun lalu dengan alasan pemuda bangsa Indonesia belum siap dalam menerima era ini. Tiba-tiba Ucup terjaga dari tidurnya dan kehilangan semua peristiwa tersebut. Ternyata itu hanyalah sebuah mimpi belaka yang tidak akan pernah terwujud karena pemerintah telah memutuskan bahwa kebijakan baru bagi Ujian Akhir Nasional akan tetap terlaksana.
Mimpi Ucup sangat beralasan dalam pengharapannya, bahwa seorang anak bangsa sangat mengharapkan perubahan dalam sistem pendidikan yang masih carut marut, bukannya kebijakan yang memberatkan berbagai pihak. Kebijakan itu akan membawa dilema bagi dunia pendidikan. Dengan kebijakan yang menentukan bahwa siswa akan lulus jika nilai mata pelajaran khusus dan mata pelajaran lainnya yang terangkum dalam 6 mata pelajaran mencapai nilai 5,25. Apakah kontribusi pemerintah terhadap dunia pendidikan sudah sebegitu bagusnyakah sehingga sangat percaya diri menetapkan kebijakan yang kontroversial di masyarakat pendidikan?
Di dalam benak seorang guru yang paling utama adalah bagaimana mengantarkan anak didiknya lulus ujian, bukan bagaimana anak didik tersebut bisa menyerap ilmu yang telah mereka sampaikan. Bagi sekolah yang menyelenggarakan penyaringan siswa barunya dengan syarat yang sangat ketat, mungkin tidak begitu bermasalah. Tetapi bagi sekolah yang masih butuh siswa dan mencari anak didik agar operasional sekolahnya dapat berlanjut sehingga penyaringan siswa baru dilaksanakan dengan alakadarnya, merupakan suatu masalah yang sangat besar. Sementara masing-masing pemerintahan daerah berharap agar semua anak-anak didik di wilayahnya lulus. Pada kenyataannya terdapat banyak anak usia sekolah yang terjerat dalam kemalasan untuk berpikir. Demi nama baik daerahnya beberapa pemerintah daerah membiarkan sesuatu yang seharusnya tidak berkembang dalam dunia pendidikan, bahkan bukan rashasia lagi ada yang memberikan ‘trik’nya agar sukses.
Semakin banyaknya anak didik yang tidak lulus menunjukkan bahwa daerah tersebut dianggap terbelakang dan kurangnya pembinaan. Sehingga hal yang lumrah dalam pembentukan “Tim Sukses” sudah bukan sesuatu hal yang tabu, demi membantu anak didiknya agar lulus. Bagi seorang guru itu adalah sebuah dilema, bagaikan makan buah simalakama. Di satu sisi siswa tersebut adalah anak didiknya di sisi lain jauh dari perbuatan yang terpuji, dan mengotori dunia pendidikan. Siapa yang menanggung dosanya?(Itulah yang tersimpan di dalam benak hati seorang hamba Tuhan). Apakah Guru dan Kepala Sekolahnya? Ataukah Departemen dan pemerintahnya? Wallahu ‘alam bissawaf.
Ada suatu kejadian beberapa tahun lalu sebelum kebijakan tentang UAN diterbitkan, yang mungkin harus menjadi perenungan kita semua. Peristiwa tersebut terjadi pada saat akan berakhirnya tahun ajaran. Ini bermula dari datangnya orang tua siswa kelas III kepada seorang guru yang tak lain adalah walikelas anaknya. Beliau menyampaikan bahwa anaknya ingin masuk ke salah satu sekolah tinggi yang mempunyai persyaratan nilai Matematikanya minimal harus angka 7,0. Di sekolah tempatnya belajar anak tersebut adalah anak yang biasa-biasa saja dan tidak menonjol. Orang tuanya memohon agar nilai Matematika di raport anaknya ditulis dengan angka 7,0 walaupun itu bukan nilai sebenarnya. Setelah melalui pembicaraan yang singkat akhirnya ditemukanlah orang tua yang sangat sayang sekali pada anaknya itu dengan guru Matematika. Naluri seorang guru bahwa nilai yang telah diberikannya itu adalah hasil kemampuan anak tersebut, jadi kalaupun harus “didongkrak” tidak dengan angka 7,0, karena terlalu berat untuk mempertanggungjawabkannya ke masyarakat. Walaupun dengan berat hati akhirnya nilaipun dapat berubah sesuai dengan harapan. Beberapa tahun kemudian ada berita bahwa anak tersebut tidak lulus sekolah tinggi yang dimaksud, tetapi masuk ke salah satu perguruan tinggi bergengsi di kota Bandung yang tidak membutuhkan angka 7,0 pada nilai pelajaran Matematika.
Dari kejadian tersebut dapat dikatakan bahwa nilai Ujian Akhir bukanlah satu-satunya hal sebagai penentu nasib seorang anak calon generasi bangsa, tetapi ilmulah yang akan mengantarkan anak tersebut dalam keberhasilan. Nilai hanyalah sebagai ‘Reward’ terhadap suatu usaha yang dilakukan. Bagaimana dengan kasus siswa berprestasi, yang terhambat perjalanannya karena hanya tidak lulus di salah satu mata pelajaran UAN. Apakah gurunya yang salah?
Pemerintah sepertinya menutup mata dengan kasus yang banyak terjadi di dunia pendidikan, bagi sang pembuat kebijakan itu merupakan suatu hal yang sangat relevan dengan tuntutan zaman. Sampel yang diambil sebagai contoh adalah gambaran siswa yang pintar dan cerdas saja, tetapi melupakan begitu banyaknya anak Indonesia yang terpuruk sehingga tidak begitu pintar dan cerdas karena kemiskinan. Selain daripada itu begitu banyaknya pengaruh-pengaruh lingkungan yang mengotori dunia pendidikan. Pemerintah sendiripun sepertinya cuci tangan, tidak mau tahu dan tidak mau disalahkan atas merebaknya hal tersebut.
Pendidikan yang bermutu hanya untuk mereka yang berduit saja, asupan gizi terpenuhi, faktor pendukung pembelajaran seperti peralatan komputer lengkap dengan program-programnya yang canggih dapat disediakan. Bagaimana dengan anak-anak yang tinggal di daerah, dan rata-rata penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan, seperti yang dituliskan sebelumnya? Tentu pendidikan yang diperoleh pun seadanya. Begitu juga dengan dampak dari pengaruh lingkungan yang menyebabkan anak didik menjadi malas berpikir. Oleh sebab itu yang harus dibenahi terlebih dahulu adalah sistem dan lingkungannya (seperti dalam proses termokimia saja) agar berkualitas, bukan hasil akhirnya. Pendidikan di suatu negara akan berhasil baik jika pemimpinnya berilmu dan beriman. Seperti apakah pendidikan yang baik menurut pandangan Islam?
Sebagaimana dikutip dalam buku Pendidikan Islam Integratif bahwa tujuan filosofis pendidikan ditinjau dari sisi keislaman secara substansial maupun eksistensial manusia berbeda dengan Tuhan. Manusia diciptakan di muka bumi ini hanya untuk beribadah kepada-Nya (Qs. 51:56). Sebagai modal dasar, manusia diberikan kesempurnaan bentuk penciptaan dibandingkan dengan mahluk lain, sebagaimana dijelaskan dalam Qs. 95 : 4. Dengan dasar kemampuan itulah manusia diwajibkan menuntut ilmu melalui proses ‘pendidikan’. Oleh sebab itu pada hakekatnya tujuan pendidikan adalah “memanusiakan manusia” agar ia benar-benar mampu menjadi khalifah di muka bumi. Yang paling penting dalam tataran riil, lembaga pendidikan harus mampu melahirkan cendekiawan-cendekiawan “utuh” dalam arti memiliki keluasan ilmu dan keluhuran akhlak. Dalam dunia pendidikan tidak hanya ditekankan pada kecerdasan tetapi juga meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT.
Sedangkan tujuan fungsional pendidikan, berakar pada tuntutan atas diri manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi. Secara konkret hal tersebut mustahil dilakukan mengingat keterbatasan kemampuan manusia, bahkan malaikat sendiri pun mempertanyakan kemampuan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi (Qs. 2 : 3). Secara lebih konkret lagi dalam sudut pandang manusiawi tujuan fungsional pendidikan adalah pengetahuan tentang perbedaan-perbedaan tradisi, tingkah laku, adat istiadat, budaya, kesukuan, sistem pemikiran, kemasyarakatan dan seterusnya menjadi pemahaman dan pengenalan satu dengan yang lainnya (Qs. 49:13). Dan dalam sudut pandang kosmologis, tujuan fungsional pendidikan merupakan suatu tuntutan terhadap pengetahuan sunatullah alam semesta.
Sungguh indah jika dunia pendidikan kita bisa menciptakan cendekiawan-cendekiawan utuh yang akan menjadi khalifah di muka bumi. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW. yang dikutip oleh Al-Ghazali bahwa orang bodoh adalah musuhnya, sedangkan orang terpelajar adalah sahabatnya. Pada hadis lain pun nabi bersabda bahwa kebodohan dan buta huruf adalah jauh lebih jelek daripada kematian dan ilmu pengetahuan, sedangkan sifat terpelajar adalah lebih baik daripada hidup. Nabi juga mengatakan bahwa dengan ilmu kita dapat membedakan yang benar dan salah, ilmu adalah sahabat kita di sahara, ilmu menerangi jalan kita ke surga, ilmu membimbing kita menuju kebahagiaan, ilmulah yang menopang kita ketika dalam kesengsaraan, ilmu adalah hiasan di tengah-tengah sahabat dan menjadi lapis baja ketika menghadapi musuh. Maka Nabi menganjurkan untuk mencari ilmu sampai ke negeri China. Dan barang siapa yang menghormati orang terpelajar berarti dia menghormatiku (Muhammad SAW.).
Berdasarkan uraian di atas bahwa yang harus dibenahi terlebih dahulu adalah kualitas pendidikannya. Sudah baikkah kurikulumnya? Sudah sejahterahkah gurunya? Di Indonesia penghargaan terhadap dunia pendidikan belum begitu baik, padahal anggaran terbesar dalam pendapatan negara adalah anggaran dunia pendidikan. Kerjasama yang baik antara lembaga struktural dan lembaga fungsional dalam menyimpulkan suatu ‘penelitian’ adalah suatu hal yang sangat menunjang dalam peningkatan mutu pendidikan, bukan berdasarkan pada laporan fiktif belaka. Sehingga dalam penentuan kebijakan tidak menghadapkan dilema kepada berbagai pihak. Seperti dalam pendidikan pesantren, mereka tidak butuh Ujian Akhir Nasional karena yang mengetahui sejauh mana kualitas anak-anak didiknya adalah Pak Kiainya. Tapi apakah pesantren merupakan pendidikan yang tidak berkualitas, karena tidak ikut ujian akhir nasional? Begitu banyak alumni-alumni santri yang sukses dan menjadi ulama besar yang tanpa harus melalui Ujian Akhir Nasional.
Menurut Al Ghazali, para pencari kebenaran dan ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi : pertama, kelompok rasionalis. Kelompok ini mengaku melihat dengan sangat dalam hal-hal atau fenomena tertentu dengan bantuan kemampuan akal pikir. Kedua, kelompok bathin. Kelompok ini menyombongkan keadaannya karena mempelajari dan memperoleh ilmu pengetahuan yang membahagiakan dari imam yang suci pada zaman mereka. Ketiga, Para Filosofi. Kelompok ini menganggap diri mereka memahami serta menguasai akal dan logika. Kempat, Para Sufi. Kelompok ini yang mengaku memperoleh ilmu pengetahuan dengan sarana intuisi dan wahyu dari Tuhan. Dan Al Ghazali pun telah memperjuangkan dengan gigih bahwa “Tasawuf” sangat berperan sebagai peralatan belajar, tata aturan, dan tindakan hidup. “Tasawuf” adalah pengetahuan dan pengamalan, dan pada dasarnya adalah semacam ilmu pengetahuan yang praktis. Seorang sufi tidak berarti apa-apa jika tidak melaksanakan apa yang dia imani dan pegang teguh dengan penuh keyakinan.
Ilmu pengetahuan harus dilandasi dengan iman. Dalam beragama, itu yang lebih utama ditonjolkan dari pada memaksakan kehendak apa yang diinginkan oleh para pemimpin. Pemimpin sebaiknya lebih bijaksana dalam mengambil keputusan, karena dampak dan pengaruh yang ditimbulkannya ibaratkan syurga yang tak jauh berbeda dengan neraka. Di satu sisi ingin berharap kebaikan tetapi di sisi lain kecurangan demi kecurangan mengotori harapan suci dari seorang yang tulus. Ketulusan yang diharapkan mendapat syurga, tetapi tanpa disadari oleh sang pengemban amanah ternyata berbuah neraka. Hal ini merupakan suatu dilema yang sangat jauh dari hati nurani seorang yang mulia di mata Allah SWT. Ketulusan niat dalam mengemban amanah suci dari Ilahi ternodai hanya karena ingin melakukan suatu kebaikan yang ‘palsu’. Wahai kau yang ada diujung mata ingatlah ilmu adalah satu amalan yang kita bawa ketika hayat berpisah dari raga. Bermanfaatkah ‘ilmu’ tersebut? Atau bahkan menyengsarakan dan menyebabkan timbulnya suatu kemudharatan? Marilah kita mengintrospeksi diri, takutkah kita akan kematian? Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan membimbing kita semua agar tetap dalam iman Islam. Amin.

Minggu, 27 Januari 2008

Kumpulan Puisi : Di Balik Tirai Religiku

Ya Allah…
Kau telah menciptakanku dengan indah
Kau telah memberikanku kesempurnaan akal
Sehingga aku dapat melihat dan merasakan semua rahmat Mu
Serta karunia dari segala ciptaan Mu

Ya Allah...
Aku selalu bergetar jika mendengar nama Mu
Aku Takkan sanggup jika jauh dari Mu,
Karena itu menyengsarakan hatiku

Ya Allah...
Sering aku takut dengan azab Mu karena kelalaianku
Tapi entah kenapa aku sendiripun tak tahu
Kadang aku tergoda akan bujuk rayu nya
Yang menjauhkanku dari Mu

Ya Allah...
Setiap menjelang tidur ku selalu merasa takut
Takut tak punya waktu lagi untuk menyebutkan nama Mu
Apakah esok hari aku masih bisa mengagungkan nama Mu..

Puisi ke-1
Tangerang, 27 Februari 2001


Maha suci Allah...
Yang telah membuka hatiku untuk bertaubat
Serta bermunajat kepada Mu
Setiap langkah yang kujejakkan di bumi
Hanya untuk menuju kepada Mu
Ketika itu nafas pun dapat berpisah dari raga
Hanya dengan ijin dan kekuasaanMu...

Ketakutan akan dosaku selalu muncul...
Akankah akhir nafas berlalu dan berakhir
Dengan khusnul khotimah
Bayangan kehidupan setelah alam dunia
Selalu datang saat menjelang terlelap
Saat itu roh tak bersatu dengan raga
Saat itu jiwa melayang di bawah alam sadar
Apakah roh ini akan kembali....Atau
Bahkan tak bersatu lagi ‘tuk selamanya....
Atau bahkan singgah di tempat yang indah dan mempesonakan

Betapa Engkau Maha Agung...
Betapa Engkau Maha Mulia...
Yang mengetahui segala kejadian yang bakal terjadi
Allahu Akbar.....

Puisi ke-2
Tangerang, 16 Maret 2001


Saat ku ingat dirinya...
Tergambar semua bayangan bersamanya....
Apa yang terjadi pada kalbu ini
Sehingga aku menduakan cinta dan kasihku pada Mu
Terlalu banyak pengharapan
Akan merusak rajutan jiwa yang indah
Yang telah terjalin dalam kalbu
Keterbatasan ilmu telah mempersempit pandangan....
Hanya Sang Raja Ilmu
Yang tahu apa yang akan terjadi kemudian hari

Allahu Akbar....
Engkau Maha mengetahui....
Diri ini bisa mengenal dekat diri Mu bersamanya
Sekian lama kudambakan cinta Mu dan merindukan kasih Mu
Akhirnya kutemukan bersamanya...
Illahi Rabbi akan selalu kucinta
Walau dirinya hanya tinggal bayangan di mata
Dan hilang dari simpul hati....

Allah Maha pengampun bagi hamba-Nya yang bertaubat
Kupasrahkan dan keserahkan jiwa dan raga pada Mu
Diri ini terlalu hina untuk ke syurga Mu....Tapi
Ku sangat takut dengan neraka Mu
Ya Rabb.... Bimbinglah aku dengan segala cinta Mu....

Puisi ke-3
Tangerang, 2001



Sering terbayang kebahagiaan
Selalu terangkul bersamanya
Seseorang yang baik hati....
Dirimu bagai lautan yang api tak dapat kuselami sampai ke dasar hatimu
Kau sungguh bersahaja tapi begitu arogan...

Ucapanmu pedas tetapi penuh kebenaran
Kata-katamu menyakitkan tetapi obat kepedihan
Kau begitu tegar walau kadang menangis
Dirimu adalah imajinasiku....
Fikirmu adalah hatiku....
Sikapmu adalah figurku...
Dan senyummu adalah inspirasiku

Kebahagiaanmu merupakan dambaanku
Kesedihanmu merupakan airmataku
Takkan pernah terbersit di hati ‘tuk lari darimu
Semoga Allah selalu melindungi dan mencintaimu...
Dan semoga Allah mengampuni segala dosaku...


Puisi ke-4
Tangerang, 13 April 2001


Saat pertama jejakkan kaki padamu
Terbersit di dalam hati...
Hendak kemana dibawa diri ini...
Apakah tujuan langkah kaki ini...
Setiap langkah yang diiringi doa membawa berkah
Maka hidup yang bagaimana yang akan dijalani...
Alangkah indahnya hidup ini andai yang hidup tahu makna hidup

Melangkah ke tujuan yang baik akan selamat
Dan melangkah ke jalan yang ragu
Akan membawa petaka dan kesengsaraan
Tanyakanlah hati...
Apakah diri ini mahluk Allah yang berbakti
Serta temukanlah cahaya Nurani
Warna apakah yang akan terukir dalam hidup

Hati nurani takkan pernah berbohong
Takkan pernah keluar dari garis keimanan
Selama dia tetap terjaga


Puisi ke-5
Tangerang, Maret 2001



Di mata Illahi....
Kau sama halnya dengan yang lain
Begitu juga diri ini
Mengapa wujudmu selalu membayangi
Penyebab kesedihan dan kepedihan
Di hati yang gundah gulana...
Kau menjadi pengacau hati
Dan kau yang membuat galau hati
Tetapi kau jugalah yang menyejukkannya...

Kau membawa ke taman bunga keimanan
Sehingga bunga-bunga di hatipun tumbuh subur dan segar bersemi
Kau membawa ke alam pengharapan tanpa tahu kapan berakhir
Sehingga terlarut dalam lamunan yang semu...

Semoga diri yang manja dan mentah ini
Akan berubah dewasa dengan kematangan logika yang indah


Puisi ke-6
Tangerang, 16 maret 2001



Apakah yang ada dalam gelap...
Dengan sebenar-benar gelap...
Tak sebutir debupun mampu terlihat
Kala itu mata tak dapat berfungsi
Tetapi hati nurani tetap bisa meraba
Jika mata saat itu buta....
Jangan biarkan hati nurani membeku tak bergeming
Karena yang tahu arah kebenaran hanyalah dia

Terangilah dia dengan cahaya jiwa yang tulus
Yang selalu mendamba cinta-Nya
Dan menanti kasih-Nya

Puisi ke-7
Tangerang, 4 April 2001



Saat terpaku menyelamimu
Begitu terasa dekat dengan penciptamu
Betapa kau sangat tenang
Betapa banyak kau menyimpan rahasia
Tetapi dirimu tetap tak berbatas
Kau sangat bersahaja dan bersahabat
Tetapi kadangkala kaupun adalah bencana

Ketika malam datang bersama semilir angin
Yang menyentuh tubuh dan jiwaku
Akupun terpana dan terhanyut
Mengenangkan keindahan dan keangkuhanmu
Betapa Agung penciptamu...
Betapa Mulia keberadaanmu...
Betapa indah ciptaan Rabbku...

Puisi ke-8
Tangerang, April 2001
Setapak demi setapak
Kujejakkan kaki menyusurimu
Apa yang kucari...
Sehingga diri ini mau berpeluh keringat
Menelusurimu...

Setiap langkah selalu ku memuji Mu
Betapa besar kuasa Mu
Betapa agung diri Mu

Semakin jauh kuberjalan semakin penat diri ini
Tapi...Entah mengapa
Semakin terasa bahagia di hati ini
Maha Suci Allah yang telah membahagiakan hati

Semakin letih kaki ini, semakin ku merasakan
Betapa sempurna ciptaan dan karunia Mu
Saat terbentang anugerah Mu,
Yang begitu indah dan menakjubkan
Aku tenggelam dalam pesona Mu dengan doaku
Sungguh diri ini tak berarti apa-apa
Sungguh kepintaran yang kumiliki hanya fatamorgana

Betapa Engkau penentu segalanya
Hidup dan matiku Engkau yang atur
Sehat dan sakitku Engkau yang kehendaki
Allahu... Akbar... Hanyutkanlah aku
Dalam lautan keagungan Dan kebesaran Mu

Puisi ke-9
Cibodas, 15 April 2001



Ya Rabb...
Andai ku bisa menatap Mu
Pasti takkan sanggup ku memandang Mu
Andai ku dapat melihat takdirku
Tentu ku tak kuasa ku ‘tuk menitikkan airmata

Begitu malu ku menatap dan bersua dengan Mu
Karena ku takut dengan azab Mu
Begitu hinanya diriku dihadapan Mu
Begitu banyaknya dosa yang t’lah kutanamkan di taman Mu
Begitu banyaknya benih kufur yang t’lah ke tebarkan di persada Mu

Ya Rabb...
Aku memohon kepada Mu
Aku bermunajat kepada Mu
Sucikanlah hatiku agar tak hina di mata Mu
Berilah aku hidayah agar tak berpaling dari nikmat Mu
Bimbinglah aku agar selalu mencintai Mu
Maha Suci Engkau Ya Allah...
Yang maha mengetahui segala yang tak ku tahu

Puisi ke-10
Tangerang, April 2001



Kala kurasakan sejuknya percikkanmu
Terbayangku pada kejernihan hatimu
Saat kuberdiri memandangmu
Terbayangku pada keindahan dirimu
Dan ketika kuberjalan menghampirimu
Terasa begitu kecilnya diri ini dibandingkan denganmu

Kau begitu gagah tetapi terselubung misteri
Suaramu bergemuruh tetapi tampak bersahabat
Kau banyak menebar pesona tetapi tak mudah diraih
Semua kata akan terangkai indah jika berada di sisimu
Semua laku akan tersaji menawan jika bersama denganmu

Hanya kebahagiaanlah yang terajut indah di dalam kisi-kisi hati ini
Dan hanya cintalah yang terukir jelas dalam sendi-sendi tubuh ini
Seketika itu sadarlah diri dan jiwa ini...
Bahwa sungguh Allah Maha Agung...
Bahwa sungguh Allah Maha Perkasa... lagi Maha Indah...

Puisi ke-11
Cibodas, Mei 2001



Saat ku mengingatmu, kau pergi menjauh dariku
Saat ku akan meninggalkanmu, kau mendekatiku
Tetapi semua itu hanyalah sebuah fatamorgana
Aku sadar...Itu adalah suatu imajinasi semu sesaat
Karena selalu tak kutemukan jalan ‘tuk berpijak
Sehingga ku terbang melayang di dalam khayal
Mengikuti alur rasa yang tak bisa dimengerti logika

Aku tahu itu hanyalah hayalan dengan penuh pengharapan
Berharap sesuatu yang tak mungkin diraih
Dan akupun tahu itu hanyalah bayangan
yang sedang mencari persembunyian tuannya

Hanya kau yang tahu di mana bayangan itu
Dan hanya kaulah yang tahu di mana tempat persembunyiannya

Saat kau perlihatkan semua itu
Saat itu pula segala rasa hampa dan tanpa logika
lalu menghilang seketika
Walau hampa tetap selalu kunikmati rasa yang hilang itu
Dan ku takkan pernah bisa menolak jika rasa itu kembali

Puisi ke-12
Tangerang, 2002



Apa kabar sahabat...
Aku datang lagi padamu
Tetapi dengan membawa hati yang hampa
Karena manisnya telah hanyut
Bersama dengan hujan kemarin sore
T’lah kucoba ‘tuk mendapatkan manis yang abadi
Tetapi tak kutemukan di sini...

Semakin hari... semakin hilang simpatiku
Semakin hari... semakin memudar pesonamu
Tetapi tiada kata yang dapat menggambarkan hati
Dan tiada asa yang dapat mengakhiri kisah

Sahabat...
Kesedihanmu menggugurkan bunga-bunga di taman hati
Airmatamu menghancurkan karang-karang di lautan
Hilangnya dirimu dapat menggelapkan terangnya siang
Tegarnya hatimu seperti gunung-gunung di atas permadani hijau...

Sahabat...
Walau tak indah aku tetap mengagumimu
Walau hampa aku ingin selalu bersamamu
Biarpun aku hanya dinding yang bisu bagimu
Tetapi aku tetap menyayangimu
Dan semoga Allah selalu mencintaimu....

Puisi ke-13
Tangerang, Januari 2002


Ingin kumenjerit agar kau mendengarkan
Ingin kuteriak agar kau bergeming
Ingin kubisikkan kata agar kau tak berkhayal
Sehingga tak terbang dengan sayap-sayap yang rapuh...

Kau telah melukiskan kisah yang takkan terhapus
Kau telah merangkaikan kata yang takkan terputus
Dan aku hanyalah sebuah dinding bagimu
hanya bisa menyaksikan kisahmu dengan segala kebisuanku
Aku hanyalah sebuah pagar bagimu
hanya bisa membatasi ucapanmu dengan segala keheninganku

Kau dapatmeninggalkannya kapanpun kau ingin
Kau dapat mendatanginya kapanpun kau butuh
Kau dapat merengkuhnya kapanpun kau gundah
Dan kaupun bisa menghapus coretan yang t’lah tergores padanya
Kau juga bisa mencabutnya dengan segala kekuasaanmu

Dinding dan pagar mu tetap berdiri kokoh
Walaupun diterpa badai dan gempa
Karena kau telah wujudkan dia dari bahan yang kokoh
Kau telah warnai dia dengan lukisan yang indah
Dan kau telah ukir dia dengan liukan yang tajam
Hiasilah dia selalu dengan senyum dan cintamu
Agar dia tetap memancarkan pesona hatimu

Puisi ke-14
Tangerang, Januari 2002



Dulu aku tak mengenalmu...
Dulu aku tak tahu siapa dirimu
Hanya waktu dan nasiblah yang mengenalkan keberadaanmu
dalam kehidupanku

Sahabat...
Pernah ku goreskan luka di hatimu, kau tetap tersenyum
Pernah ku tumpahkan airmatamu, kau tetap bahagia
Pernah ku usik ketenanganmu, kau tetap bersahabat
Dan pernah ku meninggalkanmu dalam kesedihanmu, kau tetap bersahaja

Sahabat...
Tak terlintas di benak ‘tuk menyakitimu
Tak terbersit di hati ‘tuk meninggalkanmu
Dan tak pernah terlintas di fikir ‘tuk meninggalkanmu
Semua karena khilaf dan lupaku

Sahabat...
Bagiku kau adalah bunga yang indah
Bagiku kau adalah lautan yang luas
Dan kau adalah pelita yang menyala
Semoga Allah senantiasa meridhoi setiap langkahmu


Puisi ke-15
Tangerang, Februari 2005







Ketika malam menyelimuti langit yang kelam
Tampak gelap di setiap langkah dan jalan
Doapun tak henti berkumandang
agar hati tetap diterangi cahaya dan Cinta Mu

Pernah terbersit di hati ‘tuk menghilang dari peredaran Mu
Pernah terlintas di benak ‘tuk mengakhiri kisah
Tapi dengan cinta Mu bisa bertahan dan terus bertahan
Sampai saatnya nanti yang ditentukan tiba

Ooh...........
Betapa hampanya diri ini
Betapa letihnya jiwa ini
Betapa beratnya peluh yang mengalir dalam batin ini

Ya Rabb....................
Tak ada satu kuasapun yang dapat menolong
Tak ada satu bait katapun yang bisa menyejukkan hati
Serta tak ada setitik airpun yang sanggup menghilangkan dahaga
Juga tak ada seorangpun yang tulus menjawab semua firasat

Ya Rabb....................
Hanya Engkau yang dapat menolong kami
Hanya Engkau yang bisa membahagiakan hati kami
Dan hanya Engkau yang tulus menghapus kekhilafan kami

Wahai Rabb......
Cinta Mu selalu dalam pengharapanku
tapi sering pula terabaikan dalam ujubku
Nama dan sifat Mu selalu dalam penghayatanku
tapi sering pula terlupaku dan jauh dari Mu

Ya Rabb............
Semoga dalam sisa usia ini
selalu cinta pada Mu serta kekasih Mu
Semoga dalam setiap kata-kata ini
selalu Indah dengan bunga-bunga dzikrullah
dan Semoga selalu dalam keberkahan di dunia dan akhirat

Allahu Akbar.............Kau sungguh maha Pengampun
Subhanallahu............ Kau sungguh maha Penyayang

Ya Allah........Bimbinglah diri ini dalam ridho Mu...
Akhirilah kisah hidup ini dalam khusnul khotimah......
Amin........ Ya Rabbal ‘alamin......

Puisi ke – 16
Tangerang, September 2005



Saat terbujurku di pembaringan
tak dapat ku ‘tuk merengkuh indahnya duniaku
Saat penat tubuh menari-nari di jaringan syarafku
tak sanggup ku ‘tuk bercengkrama dengan alamku

Ooh.........
Betapa bahagia saat diri dapat tertawa
Betapa gembira saat jiwa terbuai canda
Tapi.... Yang terasa kini tak seperti yang diharap
Inilah takdir yang tak dapat ditolak
Inilah Cinta-Mu yang harus disambut dengan dzikir
Dan inilah Sayang-Mu yang disyukuri dengan tawaddu’

Ya Rabb...........
Terima kasih Kau telah menyayangi diri ini
Terima kasih Kau telah mengingatkan jiwa ini
Dan terima kasih atas karunia yang Kau berikan
Pada hamba-Mu yang tak berdaya dan hina ini....

Ya Rabb..........
Akan kuagungkan semua Cinta-Mu
Akan kuselami semua Karunia-Mu
Dan akan kusyukuri semua nikmat-Mu Ya Rabb.....

Ya Rabb.........
Panjangkanlah usiaku seiring dengan Rahmat-Mu
Muliakanlah hidupku senafas dengan Hidayah-Mu
Serta Cintailah jiwaku selaras dengan Karunia-Mu

Puisi ke – 17
Tangerang, 6 Desember 2005



Wahai kau yang di pojok sana.....
Kutahu apa yang kau harapkan
Kutahu apa yang kau dambakan
Dan akupun tahu kau tak berharap hidup
dan dilahirkan dalam duniamu kini

Tapi...itulah takdirmu
Itulah wujud kehidupan yang harus kau rengkuh
Jangan kau sesali semua itu
Jangan kau ingkari apa yang sudah digariskan

Sobat......
Setiap kata yang kau ucapkan penuh haru
Setiap lagu yang kau nyanyikan penuh rintihan
Dan setiap laku yang kau perankan penuh kesedihan

Sobat......
Kau takkan bisa merubah duniamu dengan
keterbatasan akalmu
Kau takkan bisa mengganti wajahmu dengan
keterbelakangan ilmumu

Sobatku di ujung jalan.....
Kau tak bisa kusentuh tetapi kau begitu menyentuhku
Kau jauh dari penglihatanku tetapi kau ada di depan mataku

Aku ingin kau bahagia tanpa dirundung kesedihan
Aku ingin kau tertawa dengan pancaran cahaya syurgamu
Dan aku ingin kau mulia dengan segala keterbatasanmu

Wahai Rabb Penguasa Hati......
Peliharalah mereka dengan segala cinta Mu
Sayangilah mereka walau kadangkala menghindar
Muliakanlah mereka walau seringkali lalai
Karuniakanlah mereka nikmat dan hidayah Mu
Walau mereka acapkali lupa

Rabb.....bahagiakanlah bagi hati-hati yang teraniaya...

Puisi ke – 18
Tangerang, Nopember 2005



Tuhan.......
Aku tak pernah menyangsikan Kasih Mu
Aku tak pernah meragukan Sayang Mu
Akupun tak pernah mengingkari takdir Mu
Tapi mengapa Tuhan.....?
Apa yang terjadi pada diri dan jiwa ini
Mengapa gundah selalu menghampiriku
Mengapa gelisah selalu menemaniku
Tuhan...... Berikanlah jawaban Mu
Aku mohon Tuhan....... Tunjukkanlah......

Puisi ke – 19
Tangerang, Nopember 2005



Tuhan.......
Jangan biarkan aku larut dalam dukaku
Jangan biarkan aku tenggelam dalam lamunan semuku
Jangan diamkan aku terlena dalam khilafku
Dan jangan biarkan tetesan airmataku menggenang kemerah-merahan

Tuhan......
Dengarkanlah rintihan doaku, agar selalu dalam rahmat Mu
Hapuskanlah airmataku, agar tak ada lagi
kesedihan yang mencengkramku
Redamkanlah amarah dan dendamku, agar terpancar cerah
cahaya hati nuraniku
Serta tenangkanlah gemuruh yang menggebu di dadaku
Sehingga aku dapat membaca isyarat Mu

Tuhan......
Kau begitu Agung dan Mulia
Hanya Kau yang yang dapat membolak-balikkan hatiku
Hanya Kau yang berkuasa atas hidupku
Dan...Hanya Kau yang pantas aku cintai
Tapi......Kenapa ada cinta lain bersemayam dihatiku.....?
Tuhan maafkan aku tlah membagi cintaku...

Puisi ke – 20
Tangerang, 21 Desember 2005



Kau begitu kunantikan
Kau yang selalu kurindukan
Tetapi kau tlah menghilang tanpa jejak
Dan kaupun lenyap bagaikan diselimuti kabut

Aku tak pernah tahu isi hatimu
Aku tak pernah mengerti maksud dari perhatianmu
Dan akupun tak pernah membalas senyummu
Sampai akhir perjumpaanmu

Sahabat hatiku......
Kini kau mengisi sebagian dalam mimpiku
Bayangmu selalu menari-nari dalam benakku
Andai karma itu ada dalam kehidupanku
Maka itulah yang kini keperankan

Tuhan.........
Biarkan dia menjadi kenangan bagiku
Aku tak berharap dia hadir dalam kehidupanku
Tapi hidupkanlah dia dalam wujud sahabatku yang lain
Sebagai pengganti dia yang tlah hilang

Tuhan........
Sayangilah orang-orang yang tlah mencintaiku
Cintailah mereka yang tlah mengisi relung hatiku
Serta bahagiakanlah mereka yang hatinya dipenuhi dengan cinta
Dan lindungilah mereka selalu dalam Rahmat Mu

Puisi ke – 21
Tangerang, 21 Desember 2005



Bunda..........
Itulah panggilan yang pantas kau sandang
Itulah cahaya yang selalu terpancar di matamu
Takkan pernah lepas sayangku terhadapmu
Takkan pernah terbayang bahagiaku jika kau tiada

Bunda...........
Ku tahu begitu banyak derita yang kau dera,
Demi aku yang ingin air susumu
Begitu banyak luka tlah tergores dihatimu,
Hanya untuk memberikan aku sesuap nasi
Sungguh banyak airmata yang tlah tertumpahkan,
Karena aku yang ingin kau selamatkan dari nista
Dan begitu besar pegorbanan yang tlah kau hadirkan,
Dalam menanti aku tumbuh dewasa

Bunda..........
Aku pernah meninggalkanmu dalam kesendirian
Aku pernah menjauhkanmu dari kasih sayangku
Dan akupun pernah mengabaikan nasehatmu dari hidupku
Sehingga membuat genangan airmata dikelopak matamu
Begitu hinanya aku di matamu tapi kau tetap memelukku
Begitu kotornya aku di sela kehidupanmu tapi kau tetap menciumku

Ooh bunda..........
Hatimu bagaikan permata di mataku
Wujudmu bagaikan bidadari dalam kehidupanku
Senyummu bagaikan air yang menyejukkan dahagaku
Dan nasehatmu bagaikan bunga dalam taman hatiku

Bunda..........
Ijinkan aku bersimpuh di kakimu,
Agar terhapus setitik luka di hatimu
Biarkan aku larut dalam rangkulan pelukmu,
Agar terobati sekuntum derita yang tlah kau simpan
Dan berilah aku waktu untuk mencium syurgaku,
Agar setiap titik bahagiamu dapat ku rasakan

Bunda..........
Kau adalah mutiara hatiku
Kau adalah pelita dalam perjalanan hidupku
Kau adalah bunga dalam jiwaku
Semoga Allah menyayangimu sebagaimana kau mencintaiku
Dan semoga khusnul khotimah di akhir hayatmu....
Amien..............

Puisi ke – 22
Tangerang, 22 Desember 2005



Sahabat..................
Dulu aku tak mengenalmu...
Dulu aku tak tahu siapa dirimu
Hanya waktulah yang mengenalkanmu
Dalam perjalanan hidupku

Sahabat..................
Kau adalah bunga yang indah
Kau adalah lautan yang luas
Dan kau adalah pelita yang menyala
Dalam marahmu kutahu ada sayangmu
Di balik kata-kata pedasmu kutahu ada perhatianmu

Sahabat...............
Senyummu bagai air menyejukkan dahaga
Kebaikanmu dapat menumbuhkan bunga-bunga yang layu
Semoga Allah senantiasa meridhoi setiap langkahmu....
Dan semoga Allah selalu mencintai dan menyayangimu.....
Amien..............

Puisi ke – 23
Tangerang, 17 Januari 2006



Waktu berlalu tak pernah akan berhenti
Dan kematianpun akan semakin mendekati
Bagaikan air mengalir menuju muaranya..

Dalam sekejap terhiasilah hati pada nuansa ukhrawi
yang mewarnai jiwa dan raga

Kekosongan hati adalah santapan bagi sang durjana
yang siap menyeret ke lembah curam lagi terjal
Kelemahan iman adalah selimut bagi sang pendosa
yang tiada pernah takut pada kematian

Siapkah diri yang menjalani hidup...?
Bagaimanakah takdir yang menggores pada diri...?

Rabb...
Terangilah jalan hidup ini, agar tak nampak gelap dalam jiwa
Luaskanlah ilmu dan fikir ini, agar tak terpedaya sang penggoda
Lapangkanlah dada ini, agar tak kotor hati dan darah
Dan kokohkanlah iman ini, agar selalu dapat berjumpa dengan Mu

Puisi ke-24
Tangerang, 13 Desember 2006



Aku punya Jiwa dan jiwa punya aku....
Aku tak pernah kesepian karena jiwa selalu bersamaku
Aku tak pernah bersedih karena jiwa selalu menghiburku

Saat aku jatuh Jiwa yang menolongku
Ketika aku jenuh Jiwa yang memperhatikanku
Dan sewaktu aku menangispun Jiwa yang menghiburku

Jiwa....
Kau lah teman sejatiku
Kau lah cahaya hatiku
Dan kaulah Mahkota kehidupanku
Jika kau tiada maka musnahlah diriku

Jiwa....
Kau mengajariku mengenal Asma Tuhanku
Kau melantunkan irama Rabbani pada Ruhku
Dan pasti kau akan berdalil di hari pembalasanku nanti

Rabb....
Bahagiakan lah Jiwa untukku seutuhnya
Cintailah Jiwa hatiku selamanya
Dan Bimbinglah Jiwa hidupku ke jalan Mu
Amin Ya Allah..
Ya Rabbal alamin....

Puisi ke-25
Tangerang, 14 Desember 2006




Saat badai tiba-tiba datang menerpa.....
seketika itupun nafasku terhenti
seakan lepas ruh dari raga
Aliran darah tersumbat di simpul nadi
seakan tak ingin mengalir kembali
Dan jiwapun ikut terbang melayang
Seakan tak hendak berjumpa dengan diri...

Tubuh lunglai, kaku tak bergeming ada di hadapanku
Terbaring membujur kearah Kiblat
Diam membisu tak menguntai kata
Hanya suara merdu KalamMu dari sang pendatang yang menggema

Yaa Rabb.....
Tak sanggupku melihat tubuh itu
Tak hendak aku berpisah dari tubuh itu
Tak kuasa aku dengan kebisuan tubuh itu

Yaa Rabb....
Andai aku boleh memohon, hidupkan tubuh kaku itu
Agar aku bisa merengkuhnya dengan hangat tubuhku
Dan andai aku boleh mengigau,akupun ingin seperti itu
Agar tak kurasa sekaratku dalam nyata

Yaa Rabb.....
Ampunilah diri yang lemah ini...
Semua adalah kuasa Mu yang ku junjung tinggi
Semua adalah Taqdir Mu yang ku ikhlaskan
Andai waktu dapat ditunda banyak cinta pasti didapat
Cinta tak sempurna dari sang pemikir yang tak berpikir

Rabb.......
Bimbinglah hati dan jiwa ini yang sempat hilang tak bertuan
Cintailah diri ini yang sempat kehilangan nyawa cinta Mu
Jernihkanlah akal ini yang sempat berpikir melebihi batas pikirku

Rabb.......
Terima kasih atas nafas yang telah Kau hembuskan
Terima kasih atas akal yang telah Kau sempurnakan
Terima kasih atas nikmat yang telah Kau karuniakan
Semoga Khusnul Khotimah dalam sisa perjalanan ini
Amiiin....

Puisi ke – 26
Tangerang, Mei 2007



Kuambil air yang suci dari tempat suci
Kubasuh mukaku yang penuh debu dan sedu
Kuberdiri menghadap kiblat ‘tuk berjumpa dengan Tuhanku
Kuangkat tanganku ‘tuk takbir mengagungkan nama Mu
Lalu tersungkurku bersujud ‘tuk menghiba kepada Mu
Dan kuangkat kedua tanganku ‘tuk memohon ridho dari Mu

Sungguh bahagia karena aku mengenalMu
Sungguh bahagia ketika aku menjumpaiMu

Semoga hanya Kau dalam jiwaku
Hanya Kau dalam hatiku
Dan hanya Kau dalam pikirku
Sampai akhir hayatku nanti
Amin Yaa Rabbal alamin...

Puisi ke – 27
Tangerang, Agustus 2007



Sahabat.......
Kau begitu cerdas dalam penglihatanku
Kau begitu ceria dalam alam sadarku
Dan kaupun begitu mulia dalam mata hatiku

Dalam wajahmu terpancar cahaya hatimu
Dalam langkahmu tergambar pesonamu
Dan dalam senyummu tersirat ketulusanmu

Semangatmu menumbuhkan inspirasiku
Ilmumu menyejukkan nuansa akalku
Dan penampilanmu menghiasi alam pikiranku

Yaa Rabb......
Sungguh indah hasil karya Mu
Sungguh sempurna ciptaan Mu

Sahabat.....
Semoga kau tetap tegar dalam setiap langkahmu
Selalu bahagia dalam perjalanan hidupmu
Selalu di ridhoi Allah dalam setiap kata-katamu
Dan selalu dihiasi bunga-bunga indah
dalam taman hatimu yang dirajut sutra

Yaa Rabb....
Bahagiakanlah mereka yang berhati mulia
Cintailah mereka yang selalu di jalan Mu
Lindungilah mereka yang mencintai jihad Mu
Karuniakanlah mereka ilmu yang bermanfaat
Dan Khusnul khotimah di akhir hayatnya..
Amien.............
Puisi ke – 28
Tangerang, 20 Januari 2008



Derai tawaku menyiratkan sedihku
Debar jantungku menandakan galauku

Detik demi detik kutebar senyumku
Tapi tak menumbuhkan bunga di taman hatiku
Waktu demi waktu kutebar pesonaku
Tapi tak meruntuhkan marah dan aroganku

Ku temukan cinta yang semu
dari seorang manusia yang semu
Ku rasakan sayang dalam fatamorgana
dari seorang hamba yang fatamorgana

Begitu ingin ku menjadi ombak yang lembut
Yang selalu bergulung dan saling berkejaran
Begitu ingin ku menjadi burung yang cantik
Yang selalu berkicau dan saling menyapa

Rabb........
Kunantikan selalu cinta Mu untukku
Kurindukan selalu sayang Mu untukku
Kurasakan selalu nikmat Mu untukku
Dan kupasrahkan hidupku hanyalah untuk Mu

Puisi ke – 29
Tangerang, 21 Januari 2008